Bappenas Memastikan Bahwa Corona Tidak Menghentikan

Bappenas Memastikan Bahwa Corona Tidak Menghentikan Pemindahan Ibu Kota

Bappenas Memastikan Bahwa Corona Tidak Menghentikan Pemindahan Ibu Kota – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa kembali memastikan pemerintah akan melanjutkan proyek pembangunan ibu kota baru dan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya.

Pembebasan lahan lokasi pembangunan bendungan ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan dilakukan pada bulan ini, Juni 2020. Pembangunan bendungan itu dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Kami dapat surat pemberitahuan dari tim pembebasan lahan bendungan, tahapannya dimulai bulan ini (Juni),” ungkap Kepala Desa Tengin Baru Kecamatan Sepaku Ahmad Mauladin di Penajam, Kaltim, dilansir Antara, Rabu (10/6).

Sejumlah wilayah, yaitu Desa Tengin Baru, Argomulyo serta Desa Sukomulyo masuk dalam proyek pembangunan bendungan seluas 378 hektare (ha) yang terdiri atas 36 ha untuk tubuh bendungan dengan luas genangan 342 ha.

“Menurut saya ini sebuah peluang bisnis besar sekali, dan peluang bisnis ini bukan didukung sepenuhnya oleh Daftar IDN Poker 99 Online, tidak bergantung pada APBN,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Selasa.

“Sudah banyak orang yang bertanya kapan mulai? Saya bilang kami sedang siapkan masterplan,” imbuhnya. Selain itu, pemerintah juga masih mencari pembiayaan untuk pembangunan tersebut.

Selain itu, megaproyek itu akan memberikan efek domino positif pada perekonomian di sekitarnya. Menurutnya, pembangunan ibu kota akan menghidupkan banyak bisnis baru di Kalimantan dan sekitarnya.

Pasalnya, bahan baku pembangunan tidak semuanya tersedia di Kalimantan. Bahan baku ada yang harus didatangkan dari wilayah sekitarnya, seperti Sulawesi.

Pembayaran pembebasan lahan warga

“Ini luar biasa efek berantai dan perputaran ekonominya akan luar biasa,” ucapnya. Ia mengklaim banyak investor yang tertarik terhadap proyek tersebut meskipun saat ini ada pandemi Covid-19.

Saat ini, lanjutnya, Bappenas tengah melanjutkan pembahasan masterplan ibu kota baru. Menurutnya, proyek pembangunan ini akan menggerakkan roda ekonomi yang lesu akibat Covid-19.

Sebelumnya, Suharso mengatakan meski berlanjut, namun pembangunan fisik ibu kota baru di Kalimantan Timur tak dilakukan tahun ini. Pasalnya, pemerintah masih fokus menangani dampak penyebaran virus corona di dalam negeri.

Setelah dokumen surat tanah milik warga yang terkena proyek pembangunan bendungan diserahkan, maka akan dilakukan pengukuran ulang lahan warga bersangkutan oleh tim pembebasan lahan.

“Dalam surat pemberitahuan tahapan pembebasan lahan disebutkan tim A akan turun ke lapangan pada pekan depan untuk melakukan pengukuran ulang luasan tanah warga yang terkena proyek bendungan,” jelasnya.

Tahapan berikutnya setelah itu dilanjutkan oleh tim B pembebasan lahan yang akan menghitung tanaman tumbuh di atas lahan warga yang terkena proyek pembangunan bendungan.

Pembayaran pembebasan lahan warga yang terkena pembangunan bendungan akan dilakukan setelah tahapan pengukuran ulang lahan dan penghitungan tanaman tumbuh rampung.

“Kegiatan yang tidak penting dapat ditunda, proyek fisik dari ibu kota baru tidak akan diimplementasikan tahun ini juga,” ucapnya Mei lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *