Beli Produk Reksa Dana hanya 10 Ribu, Cocok untuk Mulai Berinvestasi!

Beli Produk Reksa Dana hanya 10 Ribu, Cocok untuk Mulai Berinvestasi!

Syailendra Capital resmi memasarkan produk Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid. Sesuai namanya, produk reksa dana syariah ini merupakan kerja mirip pada Syailendra Capital bersama Bareksa dan OVO.

Di lansir dari laman residencedaercole.com, peluncuran Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid jadi cara bagi Syailendra Capital untuk makin lama memudahkan masyarakat belanja instrumen investasi reksa dana syariah.

“Produk ini dapat diakses melalui aplikasi OVO dan investor bisa mulai membelinya mulai dari Rp10.000,” ujar Direktur Syailendra Capital, Harnugama, dalam keterangan tertulis.

Di kutip dari laman aplikasi idnpoker, bentuk kemudahan lainnya adalah investor dapat langsung melakukan pencairan reksa dana syariah ke OVO Cash.

“Fitur ini menjadi yang pertama hadir di Indonesia dalam hal produk reksa dana pasar uang syariah dengan pencairan instan ke uang elektronik,” kata Harnugama.

1. Kemudahan akses guna peningkatan literasi dan keuangan masyarakat

Harnugama meyakini, kemudahan akses berinvestasi memiliki guna kunci di dalam menolong literasi dan inklusi keuangan penduduk Indonesia, khususnya terhadap product reksa dana.

Dia pun menghendaki kerja mirip pada Syailendra Capital bersama dompet digital semacam OVO dan fintech seperti Bareksa dapat menjadi terobosan baru bagi perkembangan investasi reksa dana.

“Khususnya bagi investor ritel dari kalangan millennial yang erat dengan penggunaan teknologi setiap harinya. Kami berharap, produk ini bisa menjadi gerbang awal bagi perjalanan investasi masyarakat mencapai tujuan keuangannya masing-masing,” tutur Harnugama.

2. Pertumbuhan minat investasi reksa dana cukup tinggi

Selain memberi tambahan kemudahan di dalam berinvestasi, peluncuran Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid juga tak terlepas dari perkembangan minat investor di dalam berinvestasi reksa dana.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sampai 15 Juni 2021. Menunjukkan perkembangan jumlah investor baru reksa dana mencapai 1,65 juta investor secara year to date.

Harnugama menyatakan, product reksa dana pasar uang merupakan instrumen yang sesuai bagi para investor baru.

Hal tersebut lantaran karakteristik reksa dana pasar uang yang minim risiko, berbentuk likuid, transaksi yang mudah, dan modal yang murah.

Itulah mengapa minat investasi reksa dana di kalangan investor terus mengalami pertumbuhan.

3. Pertumbuhan positif reksa dana syariah Indonesia

Sekadar informasi, industri reksa dana syariah Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah dana kelolaan reksa dana syariah menyentuh Rp77,5 triliun pada April 2021. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat di bandingkan akhir 2018 yang hanya Rp34,5 triliun.

Sementara dari sisi market share, reksa dana juga turut mengalami peningkatan. Tercatat, market share reksa dana syariah menyentuh 13,65 persen pada akhir April 2021. Atau jauh lebih besar di bandingkan akhir 2018 yang hanya 6,82 persen.