Tragis, Nenek di Purbalingga Meninggal di Teras Rumahnya saat Isoman

Tragis, Nenek di Purbalingga Meninggal di Teras Rumahnya saat Isoman

Padmiarsih, seorang warga Kelurahan Wirasana RT 02 RW 04, Kecamatan Purbalingga, Purbalingga, Jawa Tengah, meninggal dunia kala isolasi mandiri di teras rumahnya. Di lansir dari laman residencedaercole.com, Nenek 65 th. itu mengembuskan napas paling akhir di teras rumah, Kamis 8 Juni 2021, sesudah sempat kritis.

Di kutip dari laman aplikasi idnpoker, Padmiarsih tengah menekuni isolasi mandiri di rumahnya karena terpapar COVID-19 selama tidak cukup lebih sepekan. Ia hanya mampu isolasi di tempat tinggal karena tempat tinggal sakit rujukan COVID-19 setempat sudah penuh, bahkan pasien mengantre. Jenazah Padmiarsih di makamkan di TPU setempat bersama dengan protokol COVID-19.

1. Di rumah yang sama, sang adik juga kritis karena COVID-19

Tak cuma Padmiarsih, di tempat tinggal yang sama, adik Padmiarsih, Sapridiyati (61), juga terpapar COVID-19. Kondisinya juga menjadi gawat tetapi belum mendapat perawatan sebab area tidur ICU penuh.

Seorang warga setempat mengubungi Ketua DPRD Purbalingga, Bambang Irawan. Ia kemudian turun ke lokasi. Setelah menyaksikan suasana pasien, Bambang kemudian menghubungi Plt RSUD Goeteng Taroenadibrata yang juga Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono.

“Kondisinya sudah lemah karena hanya berdua di rumah. Yang memprihatinkan beliau berbaring di teras. Padmiarsih saat kami datang sudah tidak tertolong,” kata Bambang.

Setelah beberapa saat, mobil ambulans datang menjemput Sapridiyati. Namun karena dua tenaga kesehatan tak sanggup mengangkat, Bambang ikut membantu mengangkat pasien setelah berpakaian hazmat lengkap.

2. RSUD Goeteng Taroenadibrata sempat tutup pada Selasa 6 Juli karena pasien COVID penuh

Pada Selasa 6 Juli lalu, IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata sempat di tutup karena kelebihan kapasitas (overload). Namun pada pukul 21.30 WIB IGD kembali di buka.

“Alasannya IGD kapasitasnya sudah overload, BOR (bed occupancy rate) 100 persen full. Dokternya sudah pada kelelahan, ada yang positif juga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono, Selasa (6/7/2021).

Setelah ada pasien yang membaik, mereka kemudian di pindah ke pusat karantina di bekas SMP 3 Purbalingga atau isolasi mandiri di rumah. Pasien kritis yang telah mengantre kemudian masuk IGD.

3. Bupati sebut kondisi Purbalingga saat ini sedang tidak baik

Di Purbalingga, kasus COVID-19 terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Dari evaluasi tingkat nasional, Kabupaten Purbalingga menduduki peringkat kedua pelanggaran PPKM Darurat tertinggi di Jawa Tengah.

“Saat ini Purbalingga lagi tidak baik-baik saja,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat rapat terbatas di ruang rapat bupati, Kamis (8/7/2021).

Dari data perkembangan kasus COVID-19 di Purbalingga per Rabu, 7 Juli 2021, sebanyak 2.063 warga Purbalingga tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, ada 211 orang positif COVID-19 harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara yang suspect dan menjalani perawatan 377 orang, dan angka kematian akibat virus corona di Purbalingga sudah tembus 409 orang.

Untuk mendukung penerapan PPKM Darurat, Bupati mengeluarkan Surat Edaran tentang Gerakan Purbalingga di Rumah Saja. Kebijakan tersebut di ambil berkaca dari pengalaman penerapan Jateng di Rumah Saja beberapa waktu lalu, yang di klaim efektif menekan perkembangan kasus COVID-19.

“Kalau kita tidak ada langkah yang sistematis, tidak ada terobosan-terobosan yang signifikan, gak akan kasus COVID-19 di Purbalingga ini menurun,” kata Bupati Tiwi.